Resume PKKMB Unusa hari pertama
Resume Materi I
Prof. Yudi Latif, MA., Ph.D
Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Prof. Yudi Latif menekankan bahwa manusia memiliki anugerah istimewa berupa akal budi(neo-korteks) yang membedakan dari makhluk lain. Dengan akal ini, manusia mampu melampauibatas identitas primordial, menciptakan iman, nilai, serta imajinasi yang luas. Namun, manusia jugacenderung berprasangka terhadap yang berbeda. Jalan untuk mengatasinya adalah mengenali danmemahami perbedaan. Al-Qur’an menegaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa agarsaling mengenal, bukan saling menyingkirkan.Dalam kehidupan berbangsa, perbedaan harus dipandang sebagai peluang memperkaya diri.
Namun, keberagaman bisa menjadi sumber perpecahan jika tidak ada kesetaraan akses padapendidikan, kesehatan, hukum, ekonomi, dan politik. Apabila sumber daya hanya dikuasaisegelintir golongan, lahirlah kecemburuan sosial. Kunci persatuan bangsa terletak pada konektivitas sosial—rasa percaya, ikatan sejarah, dan keyakinan bahwa setiap warga tetap punyaruang untuk berprestasi.Indonesia sejak awal berdiri memelihara spirit Bhinneka Tunggal Ika. Gus Dur menyederhanakannya: “yang berbeda jangan diseragamkan, yang sama jangan dibeda-bedakan.”
Keragaman etnis, agama, dan budaya bukan ancaman, melainkan kekuatan. Dalam ekosistemalam, semakin beragam makhluk hidup, semakin kokoh pula keseimbangannya. Demikian pulabangsa: keberagaman memperkaya, bukan melemahkan.Agar keberagaman menjadi kekuatan, bangsa ini membutuhkan integritas. Nilai dan etika adalahsemen perekat kehidupan publik. Tanpa integritas, perbedaan mudah berubah menjadipertarungan kepentingan. Di sinilah Pancasila hadir sebagai titik temu nilai-nilai universal agama,filsafat, dan budaya. Bung Karno merumuskannya dari inti ajaran peradaban: spiritualitas, cintakasih, keberanian, kebijaksanaan, dan keadilan.
Pancasila harus dipahami sebagai titik temu, bukan titik pisah. Sila pertama “Ketuhanan YangMaha Esa” menekankan sifat-sifat ilahi universal: kasih sayang, keadilan, rahmat. Sayangnya,bangsa ini sering terjebak pada ritual, tetapi gagal menghadirkan nilai ketuhanan dalam kehidupanpublik. Rumah ibadah banyak, tetapi praktik korupsi pun merajalela. Tantangan terbesar adalahmenginternalisasikan nilai ilahi dalam perilaku sosial, politik, dan pemerintahan.
Jati diri bangsa Indonesia juga lekat dengan tanah airnya. Cinta tanah air bukan sekadar slogan,melainkan bagian dari iman. Kita makan dari tanahnya, minum dari airnya, bernafas dari udaranya;maka merawat bumi, laut, dan hutan adalah bela negara. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, berartipersatuan dengan sesama warga sekaligus dengan lingkungan.
Dalam konteks bela negara, Prof. Yudi menegaskan bahwa pertahanan tidak bisa hanyamengandalkan tentara. Bela negara berarti membangun rasa percaya, solidaritas, dan komitmenkebangsaan di masyarakat. Ia diwujudkan dalam sikap sederhana: menghormati perbedaan,menjaga lingkungan, hingga mengembangkan potensi diri.Visi negara dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945: membentuk masyarakat yang merdeka,bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga merdeka untuk mengembangkan diri. Bung Hatta menegaskan: tujuan kita adalah membentuk negara di mana setiap orang merasa bahagia di dalamnya.
Resume Materi II
Erisandy Yudhistira
Priority Banking Manager Bank Mandiri
Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa
Erisandy Yudhistira menekankan bahwa aset terpenting dalam hidup adalah diri sendiri. Setiap individu memiliki potensi unik yang, bila dikembangkan sejak dini, dapat menghasilkan kekuatan besar di masa depan. Ia mencontohkan perjalanan Raffi Ahmad dan Stephen Chow, yang awalnya tidak terlihat potensinya, tetapi dengan ketekunan mampu mengembangkan diri hingga sukses di berbagai bidang.
Menurut survei, 39,6% pensiunan di Indonesia bergantung pada anak atau menantu, sementara 38% masih bekerja atau berusaha. Hal ini menunjukkan minimnya perencanaan keuangan sejak muda. Mahasiswa yang kini masih bergantung pada orang tua perlu memulai literasi finansial sejakdini agar tidak menghadapi kesulitan di masa pensiun. Siklus kehidupan finansial terbagi menjadi beberapa fase: usia 0–23 tahun adalah masa ketergantungan; usia 23–35 tahun adalah fase belajar mengelola keuangan; usia 35–55 tahun adalah masa produktif; dan usia 55 tahun ke atas memasuki masa pensiun. Jika sejak awal tidak ada perencanaan, masa pensiun bisa menjadi beban. Karena itu, mahasiswa didorong untuk menyisihkan uang jajan atau penghasilan kecil sekalipun sebagai langkah awal perencanaan keuangan.
Prinsip utama adalah “menyisihkan, bukan menyisakan.” Sebagian pendapatan harus dialokasikan terlebih dahulu untuk menabung dan berinvestasi, baru sisanya digunakan untuk konsumsi. Menabung memang tidak membuat kaya, tetapi tidak ada orang kaya yang tidak menabung. Investasi menjadi kunci agar nilai uang tidak tergerus inflasi. Contoh inflasi ditunjukkan lewat harga Teh Botol Sosro yang pada 1980 hanya Rp300, kini mencapai lebih dari Rp5.000. Hal ini menunjukkan pentingnya investasi agar nilai uang tidak terus menurun.
Dalam berinvestasi, penting menentukan tujuan, jangka waktu, profil risiko, serta melakukan diversifikasi. Prinsip “jangan menaruh telur dalam satu keranjang” berarti aset perlu disebar pada tabungan, emas, saham, reksadana, hingga properti. Investor juga perlu melakukan evaluasi portofolio secara berkala.
Erisandy juga menjelaskan pentingnya proporsi pengelolaan pendapatan. Jika tanpa hutang: 25% untuk dana darurat, 45% kebutuhan, 10% tabungan, dan 20% investasi. Jika ada hutang: 25% untuk dana darurat, 45–50% kebutuhan, 20% kewajiban, dan 10% investasi. Ia menekankan perbedaan antara kredit produktif (untuk usaha) dan kredit konsumtif (untuk gaya hidup). Kredit produktif masih bisa menghasilkan keuntungan, sedangkan kredit konsumtif seringkali menjerat keuangan.Sebagai inspirasi, Warren Buffet yang memiliki aset triliunan tetap hidup sederhana, membeli rumah bukan untuk gengsi, tetapi untuk fungsi. Hal ini mengajarkan mahasiswa untuk tidakmengikuti gaya hidup konsumtif yang berlebihan.
Bank Mandiri melalui aplikasi Livin’ memberikan fasilitas investasi reksadana dengan modal terjangkau, mulai Rp10.000. Reksadana dikelola manajer investasi, bersifat transparan, fleksibel,dapat dicairkan kapan saja, dan terbebas dari pajak PPh. Mahasiswa dapat membuka rekening secara online melalui aplikasi tersebut hanya dengan KTP dan ponsel.
Erisandy menutup materinya dengan pesan bahwa langkah kecil dalam mengelola keuangan sejak muda akan menjadi lompatan besar di masa depan. Perencanaan keuangan yang disiplin, cerdas,dan sesuai prioritas adalah kunci kesejahteraan mahasiswa di masa depan.
Resume Materi IV
Dr. Pulung Siswantoro, SKM., M.Kes.
Dosen Universitas Airlangga
Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability untuk Menemukan Solusi Terbaik
Dr. Pulung Siswantoro menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis (critical thinking) untuk menemukan solusi terbaik dalam menghadapi tantangan kehidupan. Ia membuka materi dengan contoh semangka kotak dari Jepang, yang lahir dari pertanyaan sederhana: mengapa semangka harus bulat? Dengan pola pikir kritis dan kreatif, masyarakat Jepang berhasil menciptakan inovasi yang efektif dalam memanfaatkan ruang.Berpikir kritis berarti tidak mudah menerima keadaan apa adanya, tetapi berani mempertanyakan hal-hal sederhana di sekitar kita. Contohnya, perbedaan letak kancing pada baju laki-laki dan perempuan, yang sering terabaikan.
Sikap kritis membuat seseorang tidak cepat puas, selalu mencari tahu, dan akhirnya melahirkan inovasi. Perubahan besar di dunia, seperti munculnya kuliah online saat pandemi, aplikasi transportasi daring (Gojek, Grab), hingga bisnis air mineral dalam kemasan, semuanya berawal dari keberanian untuk berpikir berbeda. Orang-orang yang mampu beradaptasi, kreatif, dan kritis adalah mereka yang bertahan dan memimpin perubahan.
Berpikir kritis juga menuntut kemampuan melihat peluang dari realitas sehari-hari. Misalnya, Gojek lahir dari dua fakta sederhana: masyarakat Indonesia cenderung malas keluar rumah, sementara angka pengangguran tinggi. Dengan menghubungkan kedua hal ini, terciptalah inovasi transportasi dan layanan pesan antar makanan yang kini menjadi bagian penting kehidupan. Contoh lain adalah Aqua yang dulu dianggap mustahil: menjual air putih dalam botol di negara tropis. Namun dengan konsistensi, justru berhasil menciptakan kebutuhan baru bagi masyarakat. Begitu pula berbagai kreativitas lokal, seperti ikon wisata buatan atau acara musik dengan latar tempat bersejarah, menunjukkan bahwa berpikir kritis dapat melahirkan peluang ekonomi.
Dr. Pulung menegaskan bahwa mahasiswa harus berani meninggalkan zona nyaman. Di SMA mungkin terbiasa menghafal, tetapi di perguruan tinggi dituntut untuk menganalisis, bertanya, dan mencari solusi. Kesempatan bolos 25% bukan untuk bermalas-malasan, melainkan peluang untuk belajar mandiri dan mengembangkan diri. Intinya, critical thinking adalah seni mempertanyakan, menganalisis, dan menciptakan. Orang yang kritis selalu mencari sisi berbeda, berani mengubah kebiasaan lama, dan menghasilkan solusi inovatif. Dengan kemampuan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pengikut, tetapi juga pencipta perubahan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
sosial media unusa
- facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official
Nama : Juwi Mustika Sari
Nim : 1150024007
Fakultas Keperawatan dan Kebidanan
Jangan Lupa lihat Blog teman saya juga :

Komentar
Posting Komentar